Kelompok Studi as-Safîr adalah kelompok studi ekslusif yang beranggotakan khusus. Kelompok studi ini lahir dengan latarbelakang kefakuman, stagnasi dan kekurang-gairahan yang terjadi di antara anggota HMM (Himpunan Mahasiswa Medan) akan diskursus pemikiran Islam, baik klasik ataupun kontemporer. Sementara itu wawasan akademis dan keintelektualan adalah sebuah tuntutan bagi mahasiswa, apalagi ia berada di pusat peradaban Islam tertua yang sudah tidak diragukan lagi khazanah keislamannya. Oleh sebab itu, alangkah meruginya kalau potensi-potensi yang ada tidak segera digali dan dikembangkan, padahal mereka berada di negeri sarat akan sumber-sumber khazanah keislaman. Bak kata pepatah “Jangan sampai seperti ayam yang mati di lumbung padi.”
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN
Pada awal berdirinya, tepatnya awal Agustus 1998, as-Safîr bersifat independen, yaitu berada di luar lingkaran struktur organisasi HMM dan hanya terdiri dari beberapa personil saja, mereka adalah Zulfahmi, Mhd. Rahmatullah, Agusman Armansyah, Sabaruddin Bisri, Adi Wijaya, Mhd. Hidayat Mullah, Romi Syafrizal, Ferry Muhammadsyah Srg dan Mhd. Yusuf Sinaga. As-Safîr diambil dari bahasa Arab yang berarti “duta”, karena kita adalah duta-duta bangsa yang sekembalinya ke tanah air selayaknya dapat memberikan kontribusi-kontribusi konkrit yang konstruktif, solusi pemecah problematika umat, dan yang terpenting, di depan menegakkan amar ma’ruf, di belakang mengimplementasikan nahi munkar. As-Safîr bergerak dalam bidang kajiankajian pemikiran Islam, bedah buku serta terjemah karya pemikir-pemikir Islam terkemuka.
Selanjutnya, melihat signifikansi dari perkembangan as-Safîr, maka pada tanggal 27 Februari 1999 ia disahkan menjadi Semi Badan Otonom (SBO) HMM dengan koordinator pada periode awal ini, saudara Zulfahmi Lubis. Pada masa ini, timbul ide untuk menerbitkan Lembaran Dakwah Jum’at (LDJ) ke tanah air sebagai rasa kepedulian dan sumbangsih mahasiswa Mesir untuk perkembangan umat Islam khususnya di Medan, dan terpilihlah saudara Ferry Muhammadsyah Srg sebagai penanggung jawab utamanya. Namun disayangkan pada periode awal ini, agaknya kegiatan seperti kajian pemikiran dan diskusi-diskusi ilmiah mulai meredup. Perlu dicatat bahwa pada periode ini juga terjadi pergantian koordinator dari saudara Zulfahmi Lubis kepada saudara Mhd. Yusuf Sinaga karena beliau telah menyelesaikan studi S1-nya dan kembali ke tanah air.
Pada periode selanjutnya, as-Safîr semakin mengembangkan sayapnya dengan menerbitkan LDJ edisi Kairo. Alhamdulillah telah terbit beberapa edisi di bawah komando saudara Khairun Na’im dan saudara Muhammad Syafiar penanggung jawab LDJ. Akan tetapi pada masa ini kajian-kajian keislaman tidak tersentuh dan nyaris tidak terlaksana. Namun pada masa ini ada kegiatan tambahan, yaitu penambahan koleksi bahan pustaka untuk menambah bahan rujukan dalam diskusi dengan membeli majalah-majalah dan surat kabar berbahasa arab serta membuat kliping koran.
Menilik posisi as-SafÎr begitu signifikan dan perlu untuk ditindak lanjuti, maka pada periode selanjutnya ia dikembangkan menjadi Badan Otonom (BO). Pada periode ini, as-Safîr kembali menghidupkan kajian diskursus-diskursus keislaman yang telah lama mandek dengan sistem anggota tetap 17 orang dan segenap warga HMM menjadi simpatisannya. Kemudian menindak lanjuti pengiriman LDJ ke beberapa masjid di tanah air dan edisi Kairo serta mengadakan bedah buku dan kliping koran.
Pada periode IV, as-SafÃŽr berhasil mengkodifikasikan LDJ yang telah diterbitkan menjadi sebuah buku yang diberi nama “Medan Dakwah”. Pada periode selanjutnya as-Safîr kembali ingin merevisi Medan Dakwah edisi 1, namun karena ketiadaan dana, proyek ini tertunda, walau proses pengeditan ulang telah dilakukan. Baru pada periode VI, Medan Dakwah edisi II, edisi revisi berhasil diluncurkan.
TUJUAN
Seperti kapal yang sedang berlayar di tengah samudera, sejatinya mempunyai tujuan, begitu pula dengan as-Safîr. Sejak awak berdirinya as-Safîr telah mempunyai tujuan-tujuan pokok, yaitu:
- Menggali potensi keilmuan warga HMMSU guna menuju terbentuknya khairul ummah.
- Mengembangkan dan memperluas wawasan keilmuan Islam klasik dan kontemporer.
- Mengeksplorasi pemikiran-pemikiran Islam klasik guna mengaktualisasikannya dalam konteks kekinian.
- Membangun dan mengembangkan cara berpikir yang netral, proporsional dan tidak fanatik.
- Membangun dan menggali potensi tulis-menulis di kalangan warga HMMSU.
- Membangun cara berdiskusi yang baik dan benar.
- Membentuk kader-kader yang beriman, berilmu, dan bertakwa.

1 Komentar
Masya Allah teruslah berkarya hingga tercapai smua mimpii ...
BalasHapus