وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ ساعةً تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُول حَيَاتِهِ .(محمد بن إدريس الشافعي)

Hari ini, bagaimana semangat kita dalam menuntut ilmu? Apakah kita menggunakan waktu kita sebaik mungkin ?

Untuk kembali me-recharge semangat kita dalam menuntut ilmu ada baiknya kita menyusun kembali target-target keilmuan kita kedepannya. Dan menyuntikkan booster penyemangat dalam tubuh kita.

Mungkin salah satu cara nya kita bisa menilik kembali kisah-kisah hebat ulama dalam menuntut ilmu, yang mana mereka banyak mengorbankan tenaga maupun material demi berjuang di jalan jihad Allah.

Dari beberapa kisahnya hebat mereka kita bisa mengambil ibrah dari ulama-ulama berikut;

- Imam Ibn Sahnun yang menghabiskan malamnya untuk mengarang kitab, sampai ketika tetangga nya mengantarkan makanan kerumahnya ia tetap besikukuh untuk menyelesaikan karangan kitab nya dan mengakhirkan waktu makan.

- Ibn Jarir Thabari ulama mufassirin yang menghabiskan waktunya untuk menafsirkan al-Quran sebanyak 3.000 halaman.

- Al-Hafidz Ibn Najjar seorang ulama hadis yang menghabiskan 27 tahun dari umurnya dalam menuntut ilmu.

- Imam al-Haramain, al-Imaam Fakhrur Islam; yang sudah berumur 50 tahun tetapi tetap berguru kepada seorang alim nahwu.  Setiap hari beliau pergi ke rumah gurunya untuk membaca kitab “iksiir al-dzahab fii shina’ati al-adab”.

- Al-Hafidz Ibn Hajar al-‘Asqalani;  ulama yang paling diteladani dalam menjaga berharganya waktu, salah satu muridnya al-Hafidz as-Sakhawy r.a meriwayatkan “ambisinya dalam menuntut ilmu adalah muthalaah dan qiraah, mendengarkan ilmu dan ibadah, mengarang kitab, ifadah, sampai-sampai tidak ada waktunya yang kosong walau sedikit dengan sia-sia, dia banyak berpuasa dan makan hanya sedikit sekali…”

Dan ditambahkan oleh murid nya yang lain dia mendengar bahwa al-Hafidz berkata lebih dari sekali “ aku sungguh heran melihat orang yang bisa duduk tanpa pekerjaan”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah tersebut sangat lah banyak yakni kegigihan mereka menuntut ilmu tidak lain dikarenakan niat lillahi taala, sehingga setiap hari semangat mereka bertambah. Hausnya mereka dalam menuntut ilmu dijadikan bekal menuju akhirat. Rasa cinta mereka yang besar terhadap ilmu hingga tidak ada kata bosan dalam menuntut ilmu bahkan hingga wafat.

Tak heran ditinjau dari pengorbanan banyak nya pengorbanan mereka menghasilkan banyak juga karya-karya yang menjadi warisan/turos rujukan kita sampai saat ini bahkan dapat diserap ilmu nya dari berbagai kalangan di seluruh penjuru dunia.

Lalu, bisakah kita meneladi ulama-ulama tersebut dari kisah mereka? Bagaimana agar kita menebar kemanfaatan bagi banyak orang jua meneruskan jejak mereka dalam menjaga ilmu-Nya Allah swt. 

Ayo luruskan lagi niat kita! 

Ayo cintai ilmu!

Dan mari lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu, wahai ulama!

Sumber; kitab Qimatuzzaman ‘inda al-ulama karya Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah.

“Menuntut ilmu adalah taqwa, menyampaikannya adalah ibadah, mengulang-ulang ilmu adalah zikir, dan mencari ilmu adalah jihad”.

"Ramadhan Kareem"