Menyebarnya virus Covid-19 atau dikenal Corona virus telah masuk ke lebih dari 200 wilayah seluruh negara sejak pertama kali muncul di kota Wuhan, China. Dilansir dari laman Worldometers, laman statistik independen, pada Minggu, 5 April 2020, jumlah pasien positif virus korona di dunia sudah  melebihi satu juta orang. Tepatnya 1.205.825 pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19. Dan 64.978 di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan 247.961 pasien dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang. Dan yang sedang dalam perawatan 892.886 pasien. Korban Covid-19 meningkat setiap harinya.

Hari ini seluruh negara serentak vakum, Dari berbagai kegiatan. Dan hampir seluruh negara menerapkan sistem lock down yaitu, penerapan karantina terhadap suatu wilayah. Guna mencegah perpindahan orang, baik masuk maupun keluar yang bertujuan agar virus korona ini tidak merambat ke mana-mana. Dengan semakin memuncaknya penyebaran virus Korona ini khususnya di Mesir. Membuat masyarakat menuntut kepada pemerintah untuk mengambil tindakan tegas.

 Kami, mahasiswa Indonesia di Mesir juga merasa khawatir dengan penyebaran virus Korona yang begitu cepat. Melihat tidak sedikit warga Mesir yang terkena virus ini, yang semakin hari semakin bertambah. Syukurnya, pemerintahan Mesir langsung mengambil tindakan tegas dengan memberi surat edaran keputusan untuk meliburkan sekolah-sekolah, ma`had, kampus juga berbagai instansi dan institusi, serta segala sesuatu yang melibatkan perkumpulan orang banyak.
     
 Akhir-akhir ini warganet sedang ramai di media sosial membuat hastag ‘#dirumahaja'. Atas himbauan dari pemerintah, untuk melaksanakan aktivitas di rumah saja tidak keluar kecuali keperluan yang sangat mendesak. Al-azhar yang memiliki peran penting bagi dunia  juga menyuarakan, melalui Grand Sheikh Al-Azhar, Ahmad Thayyib, beliau  mengingatkan kepada semua orang bahwa mengikuti protokol kesehatan dan imbauan pemerintah adalah kewajiban agama, ia juga mengungkapkan solidaritasnya untuk bersama-sama memerangi Covid-19, menyerukan untuk mengulurkan bantuan kepada semua pihak yang terkena Covid-19. beliau juga mengajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak sedekah, serta bermuhasabah diri. Saat dikutip dari naskah pidatonya.

Lalu, apa yang bisa kita buat selama kurang lebih 30 hari? Tenang tidak perlu panik, tidak juga risau. Kenapa mesti berdiam diri di rumah? Dampaknya sangat besar ternyata. Dengan begitu, berapa banyak nyawa yang terselamatkan dari virus yang mematikan ini, bayangkan jika kita tidak menyadari kalau ternyata terinfeksi virus korona lalu pergi dan ikut berkumpul dengan orang banyak, maka tanpa sadar mereka sudah terpapar virus tersebut. 

Apakah Harus di Rumah Aja?


Yap, benar sekali #dirumahaja berdiam diri di rumah satu-satunya alternatif yang cepat  untuk bisa menghentikan penyebaran virus ini, apa iya di rumah saja selama 30 hari?, bahkan —katanya— akan diperpanjang masa liburnya sampai waktu yang belum ditentukan, juga semakin hari peraturan semakin ketat, jam malam sudah berlaku. Ingat, untuk saat ini yang perlu diperhatikan adalah kesehatan kita. Kesehatan adalah sesuatu paling berharga yang dimiliki manusia. Jika kalian cinta dengan keluarga, saudara atau teman kalian, maka cukuplah untuk terus berada di rumah. Banyak hal yang bisa membuat keadaan tidak membosankan. Terkhusus para masisir —ed, mahasiswa Indonesia di Mesir— yang sedang dipuncak semangat kuliah ,talaqqi, kajian, dan sebagainya. Walaupun lock down tidak mematahkan semangat belajar. Karena belajar tidak terus-menerus di luar rumah.

                Apa saja sih yang bisa dilakukan selama di rumah? Terutama buat masisir. Waktu kosong seperti ini sebenarnya, cocok banget untuk menamatkan buku bacaan, menyelesaikan tugas kampus, membuat suatu karya, menghafal atau memuroja’ah al-Quran, dan menyiapkan bahan-bahan kajian. Tentunya bermain dengan sahabat setia kita; handphone. Hampir semua orang memiliki kegiatan yang sama. Seperti menonton film, bermain game, update informasi, browsing, mengikuti informasi perkembangan Covid-19. Mungkin yang biasanya tiap hari keluar cari makan, nongkrong, atau jalan-jalan, bisa mengalokasikan uangnya buat membeli paket internet yang banyak. Atau ganti tempat tongkrongan dengan di rumah, belajar online di rumah, memasak makanan kesukaan, gotong-royong membersihkan rumah, dan masih banyak lagi tentunya.

Selain itu, juga bisa mengikuti challenge atau event yang dibuat para youtuber, selebgram dan influencer dengan hadiah yang lumayan, atau ikut serta mengajak orang-orang untuk berdonasi peduli korban Covid-19, yang lebih menciptakan manfaat dan memberi kemudahan bagi mereka yang membutuhkannya.

KBRI Mesir, juga bekerja sama dengan PPMI Mesir, memberikan bantuan berupa sembako kepada WNI dan mahasiswa yang terkena dampak ekonomi dan membutuhkan bantuan. juga megupayakan agar masisir tetap betah selama berada di rumah. Dengan memberikan saran kegiatan yang bisa diikuti  selama pandemik ini berlangsung. Berupa  pamphlet schedule dan sebagainya.

Sampai saat ini pemerintahan Mesir belum bisa memastikan kapan penyebaran virus korona ini selesai, tetapi kita bisa bersama-sama untuk saling menjaga diri dengan #dirumahaja agar penyebaran virus ini berkurang. Dan senantiasa bermunajat kepada Allah SWT agar virus ini segera dicabut.

Oh iya! Jangan lupa juga untuk memberikan kabar kepada orang tua di kampung, pastikan juga keadaan mereka baik-baik saja. Dan mulailah peduli dengan keadaan sekitar dan perhatian kepada sesama. Stay safe, semua, silakan keluar rumah jika memang urgent, Kapan lagi coba?! Rebahan dikatakan pahlawan. Kita berharap semoga virus ini segera selesai dan keadaan kembali normal.

Wallahu maakum ainama kuntum.

Mahasiswa Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir