Lelahmu Dalam
Menghafal Al-Qur’an Tidak Akan Sia-sia
Oleh: Nadila Fahreni Dalimunte
Tidak akan sia-sia apa pun interaksi positif kita terhadap Al-Qur’an. Baik itu berusaha agar bisa membacanya dengan baik,
menghafalkannya, memahaminya, mentadabburinya serta berusaha mengamalkannya,
semua hal tersebut tidak akan sia-sia dihadapan Allah jika kita ikhlas. Artinya,
pahala-pahala besar dari Al-Qur’an itu terus akan kita dapatkan selama kita
istiqamah untuk melakukan interaksi-interaksi positif dengannya. Baik hasilnya
maksimal maupun tidak, yang jelas usaha kita akan Allah ganti dengan pahala
yang tak akan pernah ternilai harganya.
Semua usaha yang kita lakukan pasti akan tetap terbayar,
seperti pribahasa yang sering kita dengar “tidak ada kenikmatan kecuali melalui
masa susah”. Apalagi kita sendiri sangat tahu bahwa Allah adalah Dzat yang
tidak akan pernah berbuat dzalim kepada hamba-Nya yang melakukan kebaikan
karena mengharap keridhaan-Nya. Allah adalah Dzat yang tidak akan pernah lupa
membalas usaha-usaha hamba-Nya dalam hal mendekatkan diri kepada-Nya, salah
satu jalan untuk menggapainya dengan megahafal Al-Qur’an. Walaupun yang mampu
kita hafal ternyata hanya beberapa juz atau surah saja bahkan satu ayat
sekalipun dengan susah payah maka pahalanya tidak akan pernah ternilai.
Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan
hamba-Nya dalam hal mengahambakan diri kepada-Nya. Bahkan, Allah akan
membimbing mereka yang berjuang menghambakan diri kepada-Nya sehingga merekan
benar-benar merasakan indahnya petunjuk-petunjuk yang diperlihatkan kepada
hamba-Nya. Ingatlah janji Allah dalam ayat berikut:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا
لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar
akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah
benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 69)
Dengan terus berjuang untuk tetap menghafal
Al-Qur’an, mudah-mudahan Allah menganugrahkan kita kemampuan untuk semakin
merasakan nikmatnya hidup dalam naungan-Nya, walaupun begitu beratnya
perjuangan tersebut, kita bisa tetap istiqamah menjalaninya. Kesulitan yang
kita temui ketika menghafal Al-Qur’an sebenarnya bisa membuat kita semakin
mendapat pahala besar dari perjuangan dan pengorbanan kita yang tidak
didapatkan oleh mereka yang tidak menemukan ujian tersebut dalam proses
menghafal Al-Qur’an agar Allah mencintai dan meridhai kita.
Pengorbanan dan perjuangan kita dalam menghafal
Al-Qur’an, seberat apa pun itu, akan tetap berbuah pahala dan kebaikan untuk
kita sendiri, baik di dunia mau pun di akhirat bahkan kita bisa menjadi lentera
bagi orang lain. Kebaikan dan pahala tersebut tentu saja tidak sedikit, sebab
Al-Qur’an juga bukan sesuatu yang kecil. Ingatlah, pahala yang bisa kita
dapatkan dari Al-Qur’an bukan hanya ketika kita menghafalkannya dengan baik
akan tetapi semua proses yang kita lalui memiliki pahala tersendiri.
Oleh karena itu sudah seharusnya kita banyak
bersyukur kepada Allah yang mana kita telah diberi kekuatan untuk
menghafalkannya walaupun terasa sulit, sebab Allah tidak akan menyia-nyiakan
usaha kita. Allah pasti senang melihat hamba-Nya yang berusaha mendekatkan diri
kepada-Nya yang mana mereka memilih jalan yang bisa dibilang sangat sulit untuk
dilalui, tidak bisa kita bayangkan bagaimana seseorang bisa menghafalkan ayat
Al-Qur’an yang sebanyak itu kalau bukan keinginan mereka untuk menggapai
ridha-Nya. Di akhirat nanti, seseorang yang telah berusaha untuk menggapainya
pasti akan dapat melihat betapa besar pahala dibalik usahanya. Seperti yang
telah diuraikan dalm firma-Nya yang artinya: “Dan bahwasanya seorang manusia
tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usaha itu
kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya
dengan balasan yang paling sempurna.” (QS. An-Najm [53]: 40-41)
Di samping itu, berlelah-lelah dalam kebaikan itu
lebih baik daripada sesuatu yang tidak ada manfaatnya, apalagi dengan hal yang
dimurkai-Nya. Membaca dan menghafal Al-Qur’an bukan hanya sekedar perbutan baik,
tetapi memang seharusnya itulah yang selalu dilakukan, agar nilai-nilai
Al-Qur’an bisa masuk kedalam rohani kita. Ia bukan pilihan, tetapi keharusan
bagi siapa yang menginginkan kedekatan yang erat dengan Sang Pencipta.
Daripada kita mengerjakan sesuatu yang tidak
bermanfaat, tentu saja lebih baik menghafal Al-Qur’an yang sudah jelas
berpahala, walaupun bagi kita begitu berat. Sebab, ada pahala besar yang Allah
siapkan dibaliknya yang tentu saja jika kita bisa melihat dan merasakan seperti apa besarnya pahala
tersebut, niscaya rasa berat itu tidak akan lagi menjadi sebuah penghalang
untuk kita. Bahkan, rasa berat itu akan hilang dengan sendirinya, tergantikan
dengan rasa harap yang begitu besar akan kebaikan dan keutamannya dibalikknya.
Maka, coba hadirkan keagungan kebaikan dan keutamaan tersebut ketika kita
sedang mengahafal Al-Qur’an.
Beristiqamahlah dalam menggapai keinginan mulia
untuk menjadi seorang penghafal Al-Qur’an sejati walaupun prosesnya terasa
sulit, karena dengan beristiqamahlah menandakan bahwa kita menginginkan agar
kita selalu dalam kebaikan yang sangat bernilai tinggi disisi Alla. Bukankah
kita sudah tahu bahwa sesuatu yang besar itu biasanya juga harus digapai dengan
pengobarnan yang besar? Maka demikianlah seharusnya kita dalam menghafal
Al-Qur’an tidak boleh menyerah sebesar apa pun ujiannya, sebab yang kita ingin
gapai juga memang sesuatu yang tidak kecil nilainya di hadapan Allah.
Jika kita tidak menyerah, maka di akhirat nanti
kita akan menjadi orang yang beruntung. Walaupun kita tidak bisa menyempurkan
hafalan kita ketika di dunia, tetapi Allah akan menyempurnakan balasan untuk
perjuangan dan pengorbanan kita ketika berusaha menyempurnakan hafalan tersebut
di dunia.
Jangan menyerah walau bagaimanapun perjuangan dan
pengorbanan kita. Sebab dunia memang tempatnya berjuang dan berkorban demi
mendapatkan kehidupan akhirat yang baik. Dunia adalah tempat menanam
sebanyak-banyaknya kebaikan, sehingga barulah di akhirat nanti kita bisa
memanennya. Jika yang kita tanam di dunia adalah kebaikan, maka di akhirat pun
kita akan mendapatkan kebaikan dari Allah. Sebaliknya, Jika di dunia kita hanya
menanam keburukan, maka di akhirat nanti tidak akan ada yang kita dapatkan
kecuali keburukan yang setimpal. Mengahafal Al-Qur’an adalah kebaikan yang
nilainya sangat besar, yang mana balasannya jauh lebih besar daripada
perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan. Itu semua tiada lain adalah bentuk
kasih sayang Allah bagi siapa pun yang ingin dekat dengan Al-Qur’an. Menghafal
dan menjaga hafalan Al-Qur’an itu hanya beberapa tahun saja sampai kita wafat, tetapi
balasannya di akhirat nanti bisa kita nikmati selama-lamanya.
Ingatlah bahwa kalau kita menyerah dengan ujian
yang kita hadapi ketika menghafal Al-Qur’an, berarti kita sudah bosan dengan
pahala dan kebaikan yang bisa kita dapatkan darinya. Bagaimana bisa kita bosan
mendapatkan kebaikan sementara kita membutuhkannya untuk kehidupan kekal kita
di akhirat nanti. Jika bukan sekarang, kapan
lagi kita mengumpulkan bekal-bekal kebaikan untuk di akhirat nanti,
sebab kematian bisa saja datang dengan tiba-tiba tanpa kita ketahui waktunya.
Ingatlah bahwa Al-Qur’an adalah bekal terbaik dan termudah yang Allah berikan
untuk kita, asalkan kita tidak menyia-nyiakannya.
Teruslah menghafal walau tak hafal-hafal. Sebab
tujuan menghafal sendiri bukan hanya sekedar agar kita bisa hafal semata,
tetapi justru yang lebih penting adalah supaya kita istiqamah terus bersama
Al-Qur’an walaupun tidak bisa maksimal mengahafalkannya, kita bisa dianggap
lebih baik daripada orang yang mampu hafal 30 juz tetapi tidak istiqamah
menjaganya, sehingga akhirnya hafalan tersebut sedikit demi sedikit hilang dari
ingatan.
Pahala terbesar yang didapatkan seorang penghafal
Al-Qur’an bukan hanya ketika ia hafal saja, tetapi juga ketika ia bisa
istiqamah terus berusaha membaca dan menghafalkannya. Yang hafal belum bisa
dianggap baik jika ia belum istiqamah dalam menjaga hafalannya, tetapi yang
istiqamah disamping lambat laun pasti bisa menghafalkannya dengan baik, ia juga akan
mendapatkan pahala besar terus-menerus tanpa henti walaupun sesekali ia absen
dari membaca dan menghafalkannya karena halangan tertentu yang membuatnya sama
sekali tidak bisa membaca dan menghafal, seperti karena sakit dan lain
sebagainya.
Betapa banyak penghafal Al-Qur’an saat ini yang
awalnya bersungguh-sungguh ketika belum hafal, namun sesudah hafal justru malah
kurang peduli dengan hafalan yang sudah didapatkannya. Semangatnya menjaga
hafalan tidak seperti semangatnya ketika ingin memiliki hafalan. Kita jangan
menjadi seperti mereka. Jika kita merasa bahwa menghafal Al-Qur’an itu sulit
bagi kita, maka jangan sekali-kali membiarkan ia hilang dari ingatan karena
kecerobohan kita yang tidak menjaganya.
Rasa berat dan rasa sulit yang kita dapati ketika
menghafal Al-Qur’an bisa jadi merupakan cara Allah menguji kita demi membuat
kita lebih dekat dengan Al-Qur’an, tidak menyepelekan hafalan dan tidak terlalu
menganggapnya enteng, sehingga kita akan berusaha menjaga hafalan tersebut
karena tidak ingin ia hilang, sebab kita sudah merasakan bahwa menghafalkannya
bukanlah hal yang ringan bagi kita. Semoga kita menjadi salah satu dari
golongan orang-orang yang sabar dalam menghafalnya, menjaganya dan
mengamalkannya.


0 Komentar